Sabtu, 25 April 2015

Pentingnya Respect



Pentingnya sikap respect dalam kehidupan nasional dapat ditunjukkan melalui berbagai hal misalkan dalam segi budaya, yakni bagaimana kita menerima budaya kita yang secara harfiah sangat bervariasi. Dalam segi Harmonisasi, respect dapat ditunjukkan dalam berkomunikasi dan berperilaku dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagai seorang profesionalis yang bermasyarakat, memiliki value respect di dalam diri seorang pribadi akan membantu kita dalam menjadikan diri kita pribadi yang mampu menunjukkan sikap empati atau sikap yang menunjukkan rasa toleransi yang tinggi terhadap sesama, menjaga kesopanan dalam berperilaku, serta tidak mengharapkan imbalan ketika memberikan bantuan terhadap sesama. Dengan mengaplikasikan value dari respect itu sendiri maka kita akan selalu berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Salah satu tokoh yang dapat kita jadikan panutan dalam mengimplementasikan respect kepada orang lain adalah Nabi besar Muhammad S.A.W. Hal ini ditunjukan oleh beliau dengan menghormati dan menghargai musuh-musuhnya seperti kaum Yahudi dan Qurais sebagai manusia walaupun mereka sering berbuat jahat kepada beliau. 

Dengan adanya repect maka kita akan selalu terdorong untuk menjadi orang yang lebih baik dan berusaha agar tidak mengulang kesalahannya kembali. Dengan adanya respect akan tercipta lingkungan dimana masing-masing individu akan saling membutuhkan, saling menguntungkan, saling mengisi, dan saling menguatkan.

1. Saling membutuhkan
Pernahkah kalian membayangkan jika segala sesuatu harus dilakukan sendiri: bekerja sendiri tanpa dibantu oleh costomer service lainnya? Menerima costomer sendiri? Sampai ketika ada suatu masalah kalian mengambil keputusan sendiri? Pasti itu sangat melelahkan, merepotkan, atau bahkan tidak mungkin dilakukan oleh diri kita sendiri. Pasti ada hal-hal yang tidak bisa kita lakukan sendiri dengan baik. Sebagai contoh atasan membutuhkan bawahan, begitu pula sebaliknya perusahaan membutuhkan karyawan dan konsumen, serta pemimpin membutuhkan anak buah. Tentu saja kondisi ini berlaku pula sebaliknya. Jadi intinya: kita semua saling membutuhkan.

2. Saling Menguntungkan
Selain saling membutuhkan, ternyata kita semua juga bisa saling menguntungkan. Kita merasa beruntung karena bisa berbagi dengan orang lain: kita mendapat pemasukan uang dan mendapat kepuasan karena ada orang lain yang mau menggunakan hasil karya kita. Orang lain juga merasa diuntungkan dengan kebaradaan kita karena mereka bisa mendapatkan apa yang mereka perlukan dari kita.Misalnya, perusahaan merasa diuntungkan karena adanya costomer service dan karyawan lainnya sehingga perusahaan mendapat pemasukan.

3. Saling Mengisi
Tidak ada satu orang pun yang benar-benar serupa dengan orang lain. Anak kembar sekalipun memiliki perbedaan. Kita memiliki perbedaan dalam kepribadian, talenta, kemampuan, gaya hidup, kebiasaan, dan kebutuhan. Namun perbedaan inilah yang membuat hidup menjadi lebih kaya, bervariasi, dan menyenangkan karena kita bisa saling mengisi.

4. Saling Menguatkan
Selain perbedaan, persamaan pun bisa menguntungkan. Orang-orang yang memiliki persamaan bisa saling bekerja sama. Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul, begitu kata pepatah. Rupanya pepatah ini muncul dari kesadaran bahwa dengan bekerja sama, segala sesuatu akan terasa lebih mudah. Masalah menjadi lebih ringan dan menjadi lebih mudah dicarikan solusinya jika dipecahkan bersama. Pekerjaan berat akan menjadi lebih mudah dan lebih cepat selesai jika dikerjakan bersama.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar